Romario dan Franco Baresi di lapangan hijau
Penghormatan Romario untuk mendiang Franco Baresi

Romario Sebut Franco Baresi Sebagai Bek Tersulit Selama Kariernya

Oleh Brigita Ronpe Kara 2026-08-03 3 menit

Legenda Brasil Romario mengenang duel sengitnya melawan Franco Baresi di final Piala Dunia 1994 dan menyebut sang bek sebagai lawan paling tangguh.

Penghormatan Romario untuk Mendiang Franco Baresi

Legenda sepak bola Brasil Romario memberikan penghormatan emosional setelah meninggalnya mantan bek AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, pada usia 66 tahun akibat penyakit kanker yang dideritanya baru-baru ini.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, penyerang legendaris tersebut mengenang kembali berbagai duel sengit di lapangan hijau yang pernah ia jalani melawan sang bek tengah yang dikenal memiliki kecerdasan taktis luar biasa.

Mengutip laporan dari berbagai sumber sepak bola internasional, kepergian Baresi langsung mendatangkan gelombang duka mendalam dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari para rival beratnya di era kejayaan sepak bola tahun 1990-an.

Menurut Romario, Baresi merupakan sosok pemain belakang yang berada di level berbeda dibandingkan bek-bek lain yang pernah ia temui sepanjang karier profesionalnya di level klub maupun internasional.

Kenangan Duel Sengit di Final Piala Dunia 1994

Puncak persaingan di antara kedua bintang lapangan hijau tersebut terjadi pada pertandingan final Piala Dunia 1994 di Pasadena, di mana Brasil dan Italia harus saling bunuh demi memperebutkan trofi paling bergengsi di muka bumi.

Berdasarkan catatan pertandingan sejarah, Baresi tampil luar biasa dalam laga tersebut meskipun baru saja pulih dari cedera meniskus yang memaksanya menepi selama tiga minggu sebelum pertandingan penentuan itu dimulai.

Performa heroik pemain bertahan andalan Rossoneri tersebut berhasil meredam lini serang Selecao yang digalang Romario secara total, hingga pertandingan harus berlanjut melalui drama adu penalti yang dimenangkan oleh Brasil.

Romario mengakui bahwa "Tanpa keraguan sedikit pun, dia adalah pemain tersulit yang pernah saya hadapi dalam karier saya" setelah merasakan langsung ketangguhan pengawalan ketat dari sang kapten Milan.

Catatan Pertemuan di Level Klub Eropa

Sebelum bentrok di Amerika Serikat pada tahun 1994, Romario dan Baresi sempat beberapa kali saling berhadapan ketika sang penyerang masih memperkuat klub raksasa Belanda PSV Eindhoven di ajang Liga Champions.

Berdasarkan arsip pertandingan kompetisi Eropa, PSV Eindhoven tercatat pernah dua kali menghadapi AC Milan pada Desember 1992 dan April 1993, di mana Baresi selalu menunjukkan kualitas bertahan kelas dunia.

Selain itu, Romario juga pernah ambil bagian dalam pertandingan perpisahan resmi bagi Baresi pada tahun 1997 sebagai bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi luar biasa sang pemain bagi dunia sepak bola.

Berdasarkan laporan media olahraga internasional, kepergian Franco Baresi meninggalkan warisan besar sebagai salah satu bek terhebat sepanjang sejarah sepak bola dunia yang sangat disegani kawan maupun lawan.

Brigita Ronpe Kara

Brigita Ronpe Kara

Brigita Ronpe Kara adalah jurnalis olahraga yang telah berkecimpung di dunia media selama lebih dari 10 tahun dengan spesialisasi pada sepak bola Liga Italia. Ia memiliki pengetahuan mendalam tentang Serie A, Serie B, serta kompetisi piala di Italia. Dengan latar belakang Ilmu Komunikasi dari Universitas Atma Jaya, Brigita mampu menyajikan analisis mendalam tentang taktik, sejarah klub-klub Italia seperti Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, dan Napoli, serta dinamika sepak bola Italia di kancah Eropa.